2 Pengumuman Ini Akan Batasi Pelemahan Rupiah

JAKARTA – Mata uang Rupiah pada pekan ini akan dibantu oleh beberapa sentimen. Sentimen-sentimen tersebut akan membatasi pelemahan Rupiah terhadap dolar AS dalam jangka pendek.

Analisis dari Treasury MNC Bank mengatakan bahwa pada beberapa hari ke depan terdapat dua agenda ekonomi yang akan mempengaruhi laju pergerakan nilai tukar rupiah. Adapun 2 agenda tersebut adalah rilis neraca dagang dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

 Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp14.930/USD di Hari Pertama PSBB Jakarta

“Diproyeksikan neraca dagang untuk periode Agustus 2020 akan kembali surplus di kisaran USD2,24 miliar dan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya pada bulan ini,” kutip analisis tersebut, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Dua hal ini akan menjadi pendukung bagi Rupiah untuk menguat dalam jangka pendek. Kendati demikian, sentimen positif itu tidak serta merta akan membuat rupiah nyaman melenggang di zona hijau.

 Baca juga: Hampir Sentuh Rp15.000, Rupiah Berakhir Lesu di Rp14.890/USD

Ketidakpastian akibat Covid-19 masih akan terus membayangi pergerakan nilai tukar. Apalagi, perkembangan vaksin virus itu belum sepenuhnya positif dan masih membutuhkan waktu untuk distribusi sehingga potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah pun masih membayangi.

Tapi diperkirakan kekhawatiran pasar terhadap diterapkannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lebih ketat di DKI Jakarta pada Senin (14/9/2020) tidak akan mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Pasar telah menghargai sentimen tersebut pada dua hari perdagangan terakhir sehingga respon pada perdagangan pekan depan terhadap PSBB sudah tidak lagi sebesar sebelumnya.

 Baca juga: Rupiah Melemah Dekati Level Rp15.000/USD

Apalagi, PSBB yang akan diberlakukan tidak akan seketat seperti pada April lalu sehingga seharusnya pasar tidak perlu bereaksi berlebihan. Adapun, berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2020) rupiah parkir di posisi Rp14.890 per USD.

“Posisi tersebut merupakan yang terlemah sejak 12 Mei 2020 sebesar Rp14.905 per USD,” kutip analisis tersebut.

Secara umum, selama sepekan terakhir rupiah sudah melemah 0,96%, sekaligus menjadi mata uang terlemah di Asia. Selain rupiah, ringgit Malaysia dan dolar Singapura juga melemah masing-masing 0,1%n dan 0,26%. Sementara itu, baht Thailand, yen Jepang dan Yuan China terpantau menguat masing-masing 0,29%, 0,07%, dan 0,12%.

(rzy)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts