Dolar AS Melemah, Harga Emas Naik ke USD1.945 Ounce

JAKARTA – Harga emas naik karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah akibat kekhawatiran atas penundaan pengembangan vaksin virus corona. Investor pun mengalihkan investasinya ke logam mulia.

Harga emas di Spot naik 0,7% menjadi USD1.945,20 per ounce. Emas berjangka AS ditutup naik 0,6% menjadi USD1.954,90.

“Kami melihat beberapa retakan pada dolar setelah Bank Sentral Eropa melukiskan sedikit gambaran yang cerah dan emas bergerak lebih tinggi,” kata Ahli Strategi Pasar RJO Futures, Bob Haberkorn, dilansir dari CNBC, Kamis (10/9/2020).

Baca Juga: Harga Masih Tinggi, Emas Masih Jadi Primadona Investor?

Dolar AS tercatat melemah 0,2% setelah ECB memproyeksikan bahwa inflasi yang akan dipublikasikan hanya menunjukkan sedikit perubahan dibandingkan dengan perkiraan bank bulan Juni. Selain itu, uji coba global vaksin COVID-19 eksperimental AstraZeneca dijeda karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada peserta penelitian.

Baca Juga: Harga Emas Turun karena Optimisme Perdagangan AS-China

 Berita penundaan ini pun secara tidak langsung mendorong harga emas. Pasalnya, penundaan pengembangan vaksin bisa menyebabkan perlambatan ekonomi yang berkepanjangan dan ekspektasi lebih lanjut dari stimulus fiskal.

Di tempat lain, platinum naik 1,5% menjadi USD914,58 per ounce. Perak naik 0,4% menjadi USD26,81, sementara paladium datar di level USD2,275.47.

(fbn)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts