Erick Thohir Akan Gabungkan 22 Hotel Milik BUMN

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyiapkan langkah untuk menggabungkan sejumlah hotel milik BUMN. Tercatat ada lima perseroan yang sudah meneken nota kesepahaman (MoU) tentang rencana konsolidasi bisnis hotel BUMN.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, hal itu dilakukan agar BUMN bersangkutan dapat menjalankan usaha sesuai inti bisnisnya yang mereka jalankan.

“Hotel-hotel milik BUMN memiliki lokasi yang sangat strategis, sehingga jika kita bisa fokus memberikan pelayanan yang baik maka sangatlah mungkin hotel milik BUMN ini menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Tiko dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Anak Buah Erick Thohir Sebut Jangan Alergi Impor SDM untuk BUMN

Adapun lima BUMN yang ikut dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut adalah, yakni PT Garuda Indonesia (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Pegadaian (Persero).

Melalui penandatanganan nota kesepahaman tersebut, kelima BUMN berkomitmen mengkonsolidasikan bisnis hotel yang mencakup 22 unit hotel dan dua hotel operator management.

Baca Juga: Sadar Tidak Sadar, BUMN Dikepung Kompetitor

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut juga merupakan langkah awal dan sebagai tindak lanjut dari rangkaian kesepakatan dan diskusi yang telah dilaksanakan setiap pihak serta arahan dari keputusan Kementerian BUMN.

Untuk diketahui, Erick Thohir saat ini juga berupaya merampingkan perusahaan-perusahaan BUMN. BUMN yang semula berjumlah 142 BUMN saat ini menjadi 107. Kemudian akan dikurangi hingga menjadi 40 perusahaan.

Hotel-hotel milik BUMN akan dikonsolidasikan sehingga diharapkan dapat menjadi lebih efisien dan kompetitif serta mampu bersaing dengan industri perhotelan di dalam dan di luar negeri.

(fbn)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts