Gedung Kejagung Belum Diasuransikan, Sri Mulyani: Sangat Sayang

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera menganggarkan perbaikan Gedung Kejaksaan Agung. Anggaran yang disiapkan pun sangat besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, aset negara Kejaksaan Agung itu belum masuk dalam daftar asuransi Barang Milik Negara (BMN). Hal ini menyebabkan anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Baca Juga: Gedung Kejagung Kebakaran, Sri Mulyani Siapkan Duit Segini untuk Renovasi

“Kejaksaan Agung belum termasuk yang diasuransikan, sangat sayang dalam hal ini, kalau yang disebut total loss insurancce itu konsekuensinya besar banget. Industri asuransi kita di dalam negeri mungkin tidak akan mampu, mereka mungkin harus reasuransi lagi,” ujar Sri Mulyani dalam video yang diunggah DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Pemerintah juga berhasil mencatatkan peningkatan nilai aset sebesar lebih dari Rp4.000 triliun, yang berasal dari pencatatan hasil penilaian kembali Barang Milik Negara (BMN) yang dilakukan sejak 2017.

“Capaian pada 2019 menunjukkan bahwa Indonesia sudah bergerak tepat di jalurnya,” jelasnya.

Baca Juga: Usut Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Periksa 19 Saksi

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memperkirakan, untuk membangun kembali gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal membutuhkan anggaran Rp161 miliar.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata menjelaskan, saat ini pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama tim dari Universitas Indonesia (UI) dalam proses meneliti kebutuhan pembangunan kembali gedung Kejaksaan Agung.

“Berdasarkan revaluasi terakhir, (nilai gedung Kejaksaan Agung) Rp150 miliar, dengan beberapa tambahan renovasi, nilai buku terakhir Rp165 miliar,” jelasnya.

Suasana Terkini Lokasi Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

(fbn)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts