Harga Minyak Meroket Hampir 5%, Brent Dijual USD42,2 Barel

JAKARTA – Harga minyak melonjak lebih dari 4% pada perdagangan Rabu waktu setempat. Hal tersebut karena terjadi penurunan persediaan minyak mentah dan bensin AS ketika Badai Sally memaksa sebagian produksi di lepas pantai AS ditutup.

Minyak mentah Brent naik USD1,69 atau 4,17% menjadi USD42,22 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate naik USD1,88 atau 4,9%, menjadi USD40,16.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Hampir 3% karena Pengurangan Produksi

Administrasi Informasi Energi AS mencatat stok minyak mentah AS turun 4,4 juta barel pekan lalu menjadi 496 juta barel atau yang terendah sejak April 2020. Hal ini di bawah ekspektasi para analis yang memperkirakan akan mengalami kenaikan produksi hingga 1,3 juta barel,

Selain itu, EIA juga mencatat stok bensin AS turun 400.000 barel atau lebih dari dua kali lipat dari perkiraan. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (17/9/2020).

Badai Sally di Pantai Teluk AS mendorong kenaikan harga minyak karena lebih dari seperempat produksi di lepas pantai ditutup. Tercatat hampir 500.000 barel per hari (bpd) produksi minyak mentah yang dihentikan di Teluk.

Baca Juga: Permintaan Minyak Dunia Turun, Harganya Juga

Sebagai informasi, harga minyak telah jatuh ke posisi terendah dalam sejarah saat krisis virus corona membuat permintaan menurun. OPEC dan sekutunya pun melakukan pemangkasan produksi besar-besaran.

Namun saat karantina wilayah atau lockdown dilonggarkan, minyak Brent mulai pulih dari level terendah 21 tahun di bawah USD16 pada April 2020.

(fbn)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts