Jakarta PSBB Lagi, Pasar Properti Kembali Tertekan

JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta akan memberlakukan kembali PSBB per 14 September mendatang. Hal ini membuat kekhawatiran pasar properti, sehingga akan mengalami kontraksi tajam. Dampaknya diperkirakan akan terlihat di triwulan 4 tahun 2020.

“Bila pengetatan PSBB terus berlanjut maka sampai akhir tahun 2020 pasar properti akan tertekan hebat,” kata CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda di Jakarta, Kamis (10/9/2020)

Baca Juga: Kemenhub Panggil Pengusaha Transportasi Bahas Putusan Anies

Dia menjelaskan, kondisi PSBB membuat para pengembang kelas menengah sampai kecil saat ini sangat tertekan. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya bahwa daya tahan pengembang ini diperkirakan 3 – 6 bulan sejak Maret 2020. Artinya bulan depan bila kondisi masih belum membaik, akan mulai terjadi seleksi alam bagi pengembang. 

“Yang tidak dapat bertahan pastinya akan kolaps,” terangnya.

Baca Juga: Anies Putuskan PSBB Total, Mal di Jakarta Akan Tutup

Di sisi lain, lanjut Ali, pasar konsumen akan melihat kondisi saat ini dengan lebih mengetatkan cash flow dan antisipasi kemungkinan terburuk paling cepat sampai akhir tahun 2020. 

“Dampaknya akan membuat periode wait and see semakin panjang,”jelasnya

Seperti diketahui pasar properti triwulan I tahun 2020 anjlok sampai 50,1% saat terjadinya pemberlakukan PSBB. Artinya Pemberlakuan PSBB akan sangat mempengaruhi pasar properti saat ini.

(kmj)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts