Jakarta Rem Darurat, Jangan Lupa BLT Cs Digeber untuk Masyarakat Miskin

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menarik rem darurat atau emergency brake PSBB transisi dan mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi.

Adapun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini bisa memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Pasalnya, hanya 11 kegiatan usaha yang boleh beroperasi. Sedangkan sisanya tidak beroperasi yang menyebabkan adanya pengurangan karyawan.

Baca Juga: Jakarta Rem Darurat, RI Semakin Dekat dengan Resesi

“Diperkirakan akan terjadi PHK massal sebagai antisipasi turunnya permintaan,” kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Kamis (10/9/2020). 

Dia menyarankan tugas pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) penting, ketika rem darurat di injak maka sebelum penerapan psbb bansos harus digenjot.

“Waktunya kan tidak banyak sebelum tanggal 14. Masyarakat miskin dan rentan miskin di supply sembako dulu secara massiv sehingga bisa bertahan hidup,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang Resesi, Begini Cara Siapkan Dana Darurat

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Core Piter Abdullah menilai pengetatan PSBB semakin mendekatkan Indonesia pada resesi. Apalagi dengan PSBB, perekonomian yang sudah bergerak kembali walaupun masih sanga terbatas Akan kembali terpuruk. 

“Memang penanggulangan wabah harus diutamakan tapi dengan pengetatan PSBB ekonomi pasti terpuruk. Semoga dengan pengetatan PSBB ini jumlah kasus benar-benar bisa melandai,” jelasnya.

(kmj)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts