Jualan Online, Pengrajin Songkok Tradisional Bertahan di Tengah Covid-19

GRESIKPengusaha Songkok Tradisional yang berada di Gresik saat ini kembali bergairah dan bangkit setelah mati suri di beberapa waktu. Adanya Pandemi memaksa para pengrajin tersebut memanfaatkan sosial media untuk menjajakan produk mereka.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Muhammad Jefri yang berada di Jalan Sindujoyo, Kecamatan Gresik Kota. Dirinya mulai bangkit dari keterpurukan lantaran adanya Pandemi.

Baca Juga: Cara Kerja Anak Buah Sri Mulyani untuk Capai Tujuan

Adanya Pandemi membuat roda usaha para pengrajin Songkok Tradisional mengalami layaknya mati suri beberapa bulan. Oleh karena hal tersebut, terpaksa para pengrajin meliburkan para pegawainya selama tiga bulan.

Banyaknya pelanggan yang membatalkan sejumlah pesanan Songkok, membuat banyaknya produksi Songkok menumpuk dalam Gudang. Untuk mengantisipasi adanya kerugian yang besar, para petani melakukan sejumlah ragam pada inovasi produk dan teknologi digital.

peci

Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk berjualan secara daring atau online. Muhammad Jefri sebagai perajin Songkok Tradisional mengatakan bahwa dirinya menambahkan LED Emiting Diode dan ragam karakter seperti kartun, Masjid, mobil bahkan robots pada karya milik dirinya. Untuk satu produk Songkok Tradisional milik dirinya dibanderol Rp60.000 per unit.

Untuk membantu pemasarannya, dirinya menggunakan bantuan sosial media dan jasa antar seperti Grab atau Gojek untuk membantu pengantaran barang dalam kota. Berkat adanya niat dan usaha dirinya, perlahan roda usaha miliknya kembali naik dan berkembang.

 

Bahkan untuk saat ini dirinya mampu memproduksi hingga 60 kodi per bulannya. Menurut dirinya lonjakan tersebut membuat dirinya dan para pengrajin Songkok Tradisional kembali bersemangat.

(kmj)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts