Keluh Kesah Pengelola Mal karena PSBB Jakarta

JAKARTA – Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat menyebut, trafik pengunjung mal di masa PSBB transisi baru mencapai 35% hingga 45%. Angka ini tercatat sejak mal beroperasi terbatas selama PSBB transisi yang dimulai 15 Juni 2020.

“Bahkan belum menyentuh angka 50%. Keadaan ini memang masih berat bagi para pelaku usaha dan juga pengelola mal,” ujar Ellen dalam siaran pers, Senin (14/9/2020).

Ellen mengatakan, bila mal ditutup tentu banyak pihak yang akan kena getahnya, seperti UKM, (petugas) parkir, pedagang kecil, hingga pemasok barang ke pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Jam Operasional Mal Selama PSBB Jakarta, Cek di Sini

Meski demikian, pengelola mal bersama dengan tenant-tenantnya menyatakan terus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menjaga agar seluruh pihak bisa mendapat penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.

“Saat ini baik pengelola pusat belanja dan juga para tenant bekerja sama untuk bisa melewati keadaan yang berat ini. Setidaknya kami masih bisa membuka lapangan kerja bagi para karyawan yang sangat membutuhkan penghasilan,” kata Ellen.

Baca Juga: Mal Dibuka saat Jakarta PSBB, APPBI: Masih Ada Lapangan Pekerjaan

Pihaknya mengakui telah memahami keputusan pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Butuh kebijakan yang komprehensif dan kerja sama seluruh pihak agar wabah ini segera berakhir.

Karena itu, diperlukan kerja sama dari segenap lapisan masyarakat serta pertimbangan dari berbagai aspek agar tujuan utama dalam menjaga kesehatan masyarakat dan berjalannya dunia usaha yang sudah terpuruk beberapa bulan terakhir dapat terlaksana dengan baik.

“Untuk itu, dengan adanya PSBB pengetatan, maka semua anggota APPBI DKI beserta para tenantnya akan terus dan lebih disiplin serta lebih ketat menjalankan protokol kesehatan,” ujar Ellen.

(fbn)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts