Mal dan Pasar Buka Selama PSBB, Ekonomi RI Diprediksi Tetap Resesi

JAKARTA – Pusat perbelanjaan dan pasar diizinkan buka selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Penuh di Jakarta. Hanya saja, keputusan tetap membuka mal tak berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai, pembukaan mal saat PSBB tidak akan menyumbang ekonomi Indonesia maupun menyelamatkan Indonesia dari resesi.

Baca Juga: IMF hingga World Bank Sebut Ekonomi Indonesia Pulih pada 2021

“Tidak bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia walaupun pusat perbelanjaan tetap dibuka,” ujar Bhima, di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Kata dia, daya konsumsi masih akan rendah dikarenakan pekerja kantoran bakal dibatasi. Hal ini seiring kebijakan work from home (wfh) mulai diterapkan kembali.

“Tetap tidak bisa karena pekerja kantoran sebagai kontributor terbesar kelas menengah atas yang belanja di mal turun tajam. Ketika perkantoran hanya boleh masuk 25% maka otomatis kunjungn mal akan anjlok,” jelasnya.

Baca Juga: Apa Itu Resesi Ekonomi? Begini Memahaminya dengan Mudah

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat adalah memaksimalkan PSBB di Jakarta sedisiplin mungkin tanpa pandang bulu.

“Intinya itu adalah kurangi penyebaran Covid-19 karena itu adalah akarnya,” jelasnya.

(fbn)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts