Mal Tak Ditutup saat Jakarta PSBB Total, Ini Langkah APPBI

JAKARTA – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan seluruh mal di Jakarta akan mengikuti aturan yang diterapkan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total. Tujuannya agar angka penderita pandemi Covid-19 di wilayah Ibu Kota menurun.

Ketua DPD APPBI DKI Ellen Hidayat mengatakan, keadaan saat ini perlu kerja sama dari segenap lapisan masyarakat, sehingga tujuan utama agar dapat menjaga kesehatan masyarakat dan juga berjalannya dunia usaha yang sudah terpuruk beberapa bulan ini masih dapat tetap berjalan.

Baca Juga: Mal Ditutup saat Jakarta PSBB Total, Pekerja Ini Pulang Kampung

“Kami sangat mengerti dan juga menyelami kekhawatiran Pemprov dan masyarakat luas dengan semakin berkembangnya pandemi Covid-19 ini, sehingga diperlukan suatu cara yang tepat sasaran untuk dapat mengurangi penularan Covid-19,” kata Ellen dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Dia menilai kebijakan PSBB total kali ini tak seperti penerapan PSBB seperti di awal pandemi dahulu. Sebab, kini mal masih diizinkan untuk beroperasi, meski tetap ada pembatasannya.

“Kali ini ternyata pihak Pemrov juga sudah mencatat bahwa pusat belanja di DKI bukan merupakan klaster Covid-19. Umumnya produk-produk yang dijual di pusat belanja merupakan produk kebutuhan sehari-hari berupa sandang pangan,” ujarnya.

Baca Juga: Libur Hari Buruh, Dolar Bergerak Stabil

Dia menyatakan pihaknya dengan seluruh para tenant akan terus dan lebih disiplin serta lebih ketat menjalankan protokol kesehatan. Dengan begitu, harapannya pandemi ini bisa segera meninggalkan Jakarta.

Seperti diketahui, berdasarkan Pergub No 88/2020 mal tetap diizinkan untuk operasional dengan kapasitas maksimum pengunjung adalah 50 % yang berada dalam lokasi dalam waktu bersamaan. Kemudian, jam operasional pusat belanja tetap seperti yang berlaku sama seperti saat masa PSBB transisi, yakni antara pukul 10.00 – 21.00 WIB.

Selanjutnya, restoran yang berada di dalam mal tetap bisa membuka tenantnya, tapi tidak diizinkan untuk melayani pengunjung makan di tempat. Adapun, kategori yang tidak diizinkan beroperasi adalah bioskop, pusat kebugaran atau fitness dan mainan anak.

(kmj)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts