PSBB Jakarta Diperketat, Bos BI Prediksi Pembayaran Digital Kian Meroket

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) optimis pandemi covid-19 akan mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran di perbankan akan semakin tumbuh pesat. Apalagi, Pemerintah DKI Jakarta bakal menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total pada 14 September 2020 mendatang.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan di era digitalisasi saat ini masyarakat membutuhkan layanan digital yang cepat dan aman. “Digital payment sistem kita siap untuk berakselerasi ditengah Pandemi, terutama bagi milenial yang memakai sistem pembayaran dalam sehari-hari,” kata Perry dalam diskusi virtual, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

 Baca juga: Era Digital, Begini Canggihnya Sistem Pembayaran Indonesia pada 2025

Perry juga mengungkapkan, bahwa saat ini transaksi uang elektronik tercatat tumbuh signifikan ditengah melambatnya transaksi konvensional di masyarakat. Dimana untuk transaksi elektronik, kata Perry, pertumbuhannya bisa mencapai 44%.

“Transaksi masih tumbuh cepat, dimana untuk Non elektronik money hanya tumbuh 6% hingga 7%. Sementara elektronik money tumbuh 43% hingga 44% ini kita lihat digital paymen siap untuk progres ke depan,” jelasnya.

 Baca juga: Pandemi Covid-19 Buat Transformasi Digital di Indonesia Melaju Kencang

Saat ini, BI juga akan mentransformasikan layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) menjadi BI Fast Payment mulai tahun depan. Dengan sistem baru tersebut, transaksi kliring bisa diproses saat itu juga atau real time.

“BI Fast Payment akan menggantikan SKNBI, BI Fast akan 24 jam 7 hari dan real time, hanya akan memerlukan waktu beberapa detik untuk akselerasi setelmen dan kliring dengan sistem pembayaran. Ini sebuah revolusi, reformasi dalam pembayaran digital,” jelasnya.

(rzy)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts