Sebelum Bangun Rumah, Pelajari Dulu soal Pondasinya

JAKARTA Pondasi pada suatu hunian atau bangunan diibaratkan sebagai telapak kaki manusia atau roda pada kendaraan. Sebab, pondasi yang didirikan harus kuat menopang dari kokohnya bangunan tersebut.

Tanpa adanya pondasi yang baik, bangunan atau hunian akan amblas jatuh ke tanah. Pondasi yang ringkih juga bisa membuat dinding rumah patah.

Bila suatu saat ingin menjual rumah namun pondasinya tidak kokoh, bisa jadi yang berharga hanya lah nilai dari tanah tersebut.

Baca Juga: Mau Investasi, Jangan Cuma Ikut-ikutan

Sebagaimana halnya dengan manusia, pondasi memiliki fungsi untuk menahan seluruh berat bangunan yang ada. Misal pada bangunan bertingkat, pondasi akan menahan berat perabotan rumah hingga berat bangunan itu sendiri. 

Seperti yang dikutip dari buku Panduan Membangun Rumah karya Griya Kreasi, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Berikut beberapa macam pondasi untuk rumah tinggal sederhana.

Baca juga: 3 Cara Persiapkan Dana Darurat Selama Pandemi Covid-19

1. Pondasi Rollag Bata.

Pondasi ini awalnya merupakan pondasi yang diaplikasikan untuk menopang berat beban pada bangunan. Namun, saat ini pondasi jenis ini sudah ditinggalkan.

Selain mahal, pemasangan dari bata sendiri membutuhkan waktu yang lama serta tidak memiliki kekuatan yang bisa diandalkan. Namun pondasi ini tetap digunakan untuk menahan beban ringan, misalnya pada teras rumah.

2. Pondasi Batu Kali.

Hingga saat ini pondasi batu kali masih banyak digunakan oleh perencana konstruksi bangunan. Selain kuat, pondasi ini juga tergolong murah.

Dengan bentuk trapesium dengan ukuran tinggi 60 hingga 80 centimeter (cm), lebar pondasi bawah 60-80 cm, dan lebar pondasi atas 25-30 cm. Bahan lain yang murah sebagai alternatif pengganti batu kali yakni memanfaatkan bongkaran bekas pondasi tiang pancang atau bekas bongkaran beton jalan.

3. Pondasi Sumuran.

Pondasi ini menggunakan beton berdiameter 60 hingga 80 cm dengan kedalaman 1 hingga 2 meter. Di dalam dicor beton kemudian dicampur dengan batu kali dan sedikit pembesian di bagian atasnnya.

Namun karena kekurangan dari pondasi ini yakni boros dan adukan beton serta ukuran sloof yang besar, menjadikan pondasi ini kurang populer untuk digunakan.

4. Pondasi Plat Beton Jalur/ Lajur.

Pondasi ini sangat kuat, sebab seluruhnya terdiri dari beton bertulang dan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali. Ukuran lebar pondasi plat lajur sama dengan lebar bawah dari pondasi batu kali yakni 70 cm.

Sebab fungsi dari pondasi plat lajur sendiri adalah menggantikan pondasi batu kali.

5. Pondasi Bor Mini/ Strauss Pile.

Pondasi ini digunakan pada kondisi tanah yang jelek seperti bekas rawa yang lapisan tanahnya keras berada jauh dari permukaan tanah. Di atas pondasi strauss ada blok beton atau pile cap yang merupakan media untuk mengikat kolom dan sloof.

1
2

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts