Seberapa Besar Kebutuhan Uang Cash untuk Hadapi Resesi?

JAKARTA – Istilah cash is king dalam kondisi ketidakpastian karena pandemi virus corona ada benarnya. Apalagi ekonomi Indonesia dihadapkan dengan ancaman resesi akibat pandemi virus corona.

Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Dan apabila di kuartal berikutnya ekonomi minus lagi, maka Indonesia akan mengalami resesi.

Baca Juga: Target 3 Tahun Lagi Nikah, Begini Cara Menabungnya

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang cash menjadi hal yang sangat hal yang penting. Namun bukan berarti, semua pegangan berupa uang cash.

“Benar cash is king dalam kondisi seperti ini,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga: Biaya Nikah di Tengah Pandemi Bisa Lebih Hemat?

Cash is the king yang dimaksud bisa juga menaruh uang ke dalam tabungan. Namun dengan syarat, tabungan tersebut harus mudah dan cepat untuk dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Atau bisa juga dinvestasikan kepada beberapa instrumen. Namun investasi tersebut harus yang mudah dicairkan uangnya sehingga ketika dibutuhkan bisa digunakan.

“Sebenarnya menjaga likuiditas itu menjaga nilai kecukupan harta likuid tunai kita harta yang bisa dicairkan berupa uang,” jelasnya

(fbn)

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts