Untung di Tengah Pandemi, Madu Bunga Kopi Laris hingga ke Australia

JEMBER – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, musim bunga kopi menjadi berkah bagi pembudidaya lebah madu di lereng Gunung Argopuro Jember. Pasalnya, produksi madu meningkat tajam, serta harga madu yang tetap dapat di lempar tinggi masih laku diburu peminatnya.

Salah satunya adalah Karsono, seorang pembudidaya madu bunga kopi di kawasan yang tepatnya berada di Desa Manggisan, kini tersenyum karena produksi madu lebih meningkat.

Baca Juga: Intip Peluang Penyewaan Buku di Tengah Pandemi, Untung atau Rugi?

Bunga kopi yang mulai bermekaran di kawasan tersebut membuat lebah makin senang dan dapat menghasilkan madu dengan sangat cepat. Apalagi saat ini musim kemarau, sehingga lebah leluasa keluar rumahnya untuk menghisap bunga kopi yang sedang bermekaran.

Diketahui pula, produksi madu yang melimpah juga dijadikan ajang edukasi bagi anggota pramuka untuk melihat dari dekat penangkaran lebah madu sekaligus melihat cara panen madunya.

Baca Juga: Cara Kerja Anak Buah Sri Mulyani untuk Capai Tujuan

Para pengunjung juga dapat mencicipi madu khas kaki Gunung Argopuro tersebut. Menurut Karsono, pada satu hari per kotak lebah madu dapat menghasilkan sekitar setengah kilogram madu.

Sementara Karsono sendiri memiliki 180 kotak lebah yang di tangkarkan di kawasan perkebunan kopi rakyat di kawasan lereng Argopuro. Dirinya pun semakin senang, karena harga madu saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram di tingkat agen.

Sementara, permintaan madu pun sangat tinggi, bahkan membuat sang pembudidaya madu tersebut kewalahan. Pasalnya, selain di pasarkan di Jember dan kota lain, madu tersebut juga sudah merambah hingga ke Australia.

Banyak masyarakat menjadikan madu untuk campuran jamu, bahkan campuran tersebut disebut mampu untuk mengantisipasi virus Corona.

Selain itu, seorang anggota pramuka Saka Wana Bhakti yang bernama Farida, mengaku senang melihat cara penangkaran lebah madu bunga kopi. Bahkan, dirinya bersama teman-temannya diperbolehkan untuk mencicipi madu.

Penangkaran madu ini juga dapat menjadi edukasi bagi dirinya dan teman-temannya yang tidak pernah diterima di bangku sekolah, serta menjadi bagian pembelajaran non formal selain pembelajaran daring dari rumah.

1
2

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : okezone.com

Related posts