Amuk Orang Gila, Apakah Sengaja Dirancang?

OLEH : TONY ROSYID, Pengamat Politik

SYEIH Ali Jabir ditusuk seseorang beberapa menit jelang ceramah di masjid Falahuddin Tanjung Karang Barat, Lampung, Minggu (13/9/2020). Pelakunya seorang pria berumur 24 tahun.

Pisau mengenai lengan sebelah kanan. Akibatnya, enam jahitan di luka bagian dalam, dan empat jahitan di luka bagian luar.

Video kejadian penusukan Ali Jabir viral. Semua orang bisa melihatnya. Ada yang bilang, si pelaku nyasar leher. Ada lagi yang bilang mau nyasar dada.

Syekh Ali Jaber memberikan keterangan pers di Kafe Baba Rayan, Jl Pangeran M Noer, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).
Syekh Ali Jaber memberikan keterangan pers di Kafe Baba Rayan, Jl Pangeran M Noer, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Senin (14/9/2020). (Tribunlampung.co.id/Deni Saputra)

Ingat, itu semua gak penting! Sebab, sasaran utamanya bukan Ali Jabir. Bukan terluka atau terbunuh. Bukan leher atau dada.

Sesuai pengakuannya, Ali Jabir tak punya masalah pribadi, atau kelompok. Lalu apa tujuan penyerangan ini? Siapa otak di belakang pelaku?

Penyerangan terhadap Ali Jabir mengingatkan kita pada sejumlah peristiwa penyerangan “orang gila” di 2018.

Dua di Bandung, dan satu di Cirebon. Peristiwanya beruntun dan terjadi dalam waktu yang tak lama berselang.

Entah sudah berapa kali terjadi pembacokan atau penusukan “orang gila” terhadap tokoh Islam. Mulai dari mubaligh, guru ngaji, imam masjid, dan sejenisnya.

Pelakunya selalu diklaim sebagai “orang gila”. Bahkan klaim ini muncul sebelum uji psikis.  Yang unik, “orang-orang gila” itu tahu sasarannya. Gak ngasal, gak ngawur, dan gak salah bidikan.

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : tribunnews.com

Related posts