Divonis Penjara 4 Tahun, Raja Keraton Agung Sejagat Pikir-pikir Banding

*Divonis Empat Tahun, Ratu Divonis 1,5 Tahun Penjara

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Toto Santoso, yang menyebut dirinya sebagai pemimpin Keraton Agung Sejagat, bersama istrinya, Fanni Aminadia, divonis bersalah “menyebarkan berita bohong”.

Keduanya dihukum penjara masing-masing empat tahun dan satu tahun enam bulan
oleh Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, Jawa Tengah.

“Mengadili, satu, menyatakan bahwa terdakwa satu Toto Santoso dan terdakwa dua Fanni Aminadia tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan primer JPU,” kata hakim ketua Sutarno saat membacakan putusan, Selasa (15/9).

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa satu Totok Santoso dengan pidana penjara
selama 4 tahun dan terdakwa dua Fanni Aminadia dengan pidana penjara selama 1
tahun 6 bulan,” lanjut Sutarno.

Putusan yang dijatuhkan tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan JPU. Untuk
diketahui, dalam kasus ini Raja Toto dituntut lima tahun bui, sedangkan Ratu Fanni 3,5
tahun penjara.

Raja Toto dan Ratu Fanni didakwa dengan pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 tentang
peraturan hukum pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 14 ayat 2 UU NO
1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan untuk dakwaan kedua yakni pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1
KUHP.

Pengacara terdakwa yakni Muhammad Sofyan dan JPU Masruri Abdul Aziz mengaku
pikir-pikir.

Untuk melakukan langkah selanjutnya, pengacara akan meminta waktu
kepada pihak Rutan Purworejo untuk bisa menemui kedua kliennya itu.

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : tribunnews.com

Related posts