Politisi Demokrat: Tiga Penyebab Fenomena Banyaknya Paslon Tunggal di Pilkada 2020

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan menyampaikan pendapat menanggapi fenomena banyaknya pasangan calon (paslon) tunggal atau yang akan melawan kotak kosong dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Menurut Ossy ada tiga hal yang menyebabkan munculnya fenomena pasangan calon tunggal tersebut.

“Berdasarkan kajian pribadi saya, pada dasarnya fenomena calon tunggal disebabkan oleh tiga hal. Pertama, rekrutmen politik; kedua, tingginya syarat untuk maju perseorangan; dan ketiga, ambang batas parpol/gabungan parpol mengajukan paslon pilkada,” ujar Ossy, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (16/9/2020).

Ossy menjelaskan bahwa Partai Demokrat mempercayai dalam pemilu itu idealnya memiliki cukup pasangan calon. Dengan begitu, pilihan rakyat akan semakin beragam.

Ossy mengatakan, partainya sudah memperjuangkan hal tersebut baik di level nasional maupun daerah.

Untuk di tingkat pusat, Ossy mengingatkan bahwa Partai Demokrat mendorong untuk penentuan ambang batas pilpres secara tepat dan proporsional.

“Dalam Pilkada 2020, jauh-jauh hari Partai Demokrat juga telah melakukan rekrutmen politik secara seksama untuk mengisi posisi-posisi cakada tersebut,” jelasnya.

“Di Pilkada Kota Medan contohnya, Partai Demokrat bersama parpol koalisi lainnya berhasil mengajukan calon untuk menghindari paslon tunggal,” imbuh Ossy.

Sebelumnya diberitakan, perpanjangan masa pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah berakhir.

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : tribunnews.com

Related posts