Presiden: Indonesia Negara Kepulauan, Tak Bisa Dibandingkan Negara Lain Soal Penanganan Covid-19

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan  bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan.

Sehingga kondisi penyebaran dan penanganan Covid-19 di Indonesia, tidak bisa dibandingkan dengan negara lain yang bukan kepulauan.

Hal itu dikatakan Presiden kepada sejumlah Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (14/9/2020).

“Saya ingatkan bahwa negara kita adalah negara kepulauan. Indonesia adalah negara kepulauan, karena itu pemahaman penyebaran Covid sangat penting dalam menangani pandemi ini di indonesia. Tidak bisa dibandingkan dengan negara lain yang bukan kepulauan,” kata Presiden dalam rapat terbatas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Sekarang ini menurut Presiden, pemerintah terus berupaya menekan angka kematian di Indonesia yang angka masih di atas rata-rata dunia. rata-rata angka kematian di Indonesia sebesar 3,99 persen sementara rata rata kematian dunia 3,18 persen.

“Tetapi memang angka (kematian) ini mengalami penurunan dibanding angka angka kematian seminggu lalu yakni 4,02 persen,” kata Presiden.

Menurut Presiden masih tinggi angka kematian nasional tersebut karena sumbangsih angka kematian yang tinggi di empat provinsi. 

Bengkulu, Sumatera Selatan,  Jawa Tengah, dan Jawa Timur menurut Presiden memiliki tingkat kematian di atas enam persen.

“kalau kita melihat lebih detil tingkat kematian tinggi tersebut disebabkan karena ada empat provinsi yang memiliki tingkat kematian di atas 6 persen. Nah ini perlu data seperti ini detil sehingga informasikan kepada Provinsi tersebut dan juga kita pemerintah pusat memberikan dukungan penuh ke sana sehingga bisa menurunkan angka kematian,” katanya.

Selain itu menurut Presiden, pemerintah juga bekerja keras meningkatkan angka kesembuhan. Karena dalam menghadapi Pandemi Covid-19 selain mengendalikan penyebaran dan menekan tingkat kematian, juga harus meningkatkan angka kesembuhan.

“Jumlah kasus sembuh sebanyak 155.010 kasus dengan recovery rate 71 persen. Ini rata rata kesembuhan di Indonesia 71 persen, ini juga sedikit lebih rendah dari rata rata kesembuhan dunia, ini juga terus mengejar rata rata kesembuhan global, rata-rata kesembuhan dunia,” kata Presiden.

Dengan meningkatnya angka kesembuhan, maka menurut Presiden kasus aktif di Indonesia dapat terus ditekan. Kasus aktif adalah temuan kasus positif dikurangi  jumlah pasien sembuh dan korban meninggal.

“Pada 13 september ini rata rata kasus aktif di Indonesia 25,02 persen atau sedikit lebih tinggi dari rata rata kasus aktif dunia yakni 24,78 persen,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : tribunnews.com

Related posts