SEBULAN TERAKHIR, SATRESKOBA POLRES TULUNGAGUNG GAGALKAN PEREDARAN SABU SENILAI RATUSAN JUTA RUPIAH.

 

Satreskoba Polres Tulungagung merilis hasil pengungkapan kasus peredara narkoba di Tulungagung selama bulan Oktober ini, pada Kamis (22/10) siang di depan ruang Satreskoba Polres Tulungagung.

Kasat Reskoba Polres Tulungagung, AKP Andri Setya Putra mengatakan, selama bulan Oktober ini pihaknya telah mengungkap 6 kasus peredaran Narkotika dan 1 kasus obat keras berbahaya dengan 6 orang tersangka. Saat ini tersangka diamankan di Mapolres Tulungagung guna proses hukum selanjutnya.

"Ada 6 kasus dengan 6 tersangka yang sudah kita amankan semua, di Mapolres Tulungagung," ujarnya.

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti yakni Narkotika sebanyak 106,96 Gram, kemudian 1.705 butir pil double L, 20 butir pil Clonazepam, 19 butir pil Alpazolam, dan 24 butir pil Alganax.

Kemudian uang tunai sebanyak Rp 550 ribu, 6 buah unit pipet kaca, 3 timbangan digital, 2 buah alat hisap sabu dan 6 buah handphone.

"Total sabu senilai 128 juta, itu dari 106,96 gram yang kita amankan, kemudian ada ribuan pil dobel L, ada juga timbangan dan bong," terangnya.

Andri Setya menjelaskan, 6 tersangka diamankan di beberapa lokasi, seperti di jalan raya wilayah Tulungagung, kemudan di rumah kos hingga saat tersangka akan menyelundupkan barang haram tersebut ke Lapas Tulungagung.

"Penangkapan kita lakukan di kecamatan Rejotangan,Kedungwaru dan Ngunut," ungkapnya.

Andri menyebut, dalam pengungkapan kasus kali ini pihaknya menemukan modus baru yang digunakan tersangka untuk memasukan sabu ke Lapas Kelas IIB Tulungagung, yakni menggunakan krupuk, rokok dan baskom.

Pihaknya menyebut, tersangka bernisial FT diamakan oleh petugas lapas dan diserahkan kepada polisi pada Rabu (21/10) siang, dengan barang bukti berupa sabu seberat 15,9 gram, 20 butir pil Clonazepam, 19 butir pil Alpazolam dan 24 butir Alganax.

"Ini satu tersangka, menggunakan modus baru penyelundupan barang ke Lapas, masih kita dalami," jelasnya.

Aksi FT terbongkar setelah petugas lapas menemukan barang mencurigakan diduga pipet sabu dalam tumpukan nasi yang akan dikirim kepada penghuni lapas, kemudian petugas bersmaa kepolisian melakukan pendalam dan ditemukan sabu dalam lipatan kerupuk, potongan rokok dan beberapa butir obat keras berbahaya di dalam baskom nasi.

"Jadi ada di lipatan kerupuk itu, ada juga di potongan rokok, dan ada juga yang ditempel di baskom nasi, masih trus kita kembangkan," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang Undang tentang kesehatan dan undag undang Narkotika.

Related posts