Volume Kendaraan Yang Masuk ke DKI Jakarta Menurun 20 Persen Saat Pengetatan PSBB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya menyatakan terjadi penurunan volume lalu lintas sebesar 16-20 persen kendaraan yang masuk ke DKI Jakarta selama periode pengetatan PSBB.

“Hasil koordinasi Kemenhub dilihat dari kendaraan yang masuk, dihitung dari beberapa gerbang pintu masuk tol, ada 16 sampai 20 persen penurunan kendaraan yang masuk ke sini. Terjadi penurunan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Tak hanya itu, penurunan volume kendaraan juga dirasakan terhadap angkutan umum antar provinsi yang masuk ke DKI Jakarta. Penurunan itu lantaran banyak masyarakat memilih di rumah untuk mengikuti imbauan pemerintah.

“Di Terminal Grogol dari asosiasi Terminal Grogol terjadi penurunan 75 persen. Termasuk kendaraan karena sepi. Harapan kita masyarakat ini di rumah saja untuk memutus mata rantai,” ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya membentuk 8 titik check point dalam pelaksanaan operasi yustisi untuk menindak para protokol kesehatan Covid-19 selama masa pengetatan PSBB di Jakarta yang telah di mulai hari ini, Senin (14/9/2020).

“Seluruhnya di Jakarta ada 8 titik untuk kita melaksanakan operasi yustisi,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Menurut Sambodo, 8 titik check point tersebut nantinya di tempatkan di perbatasan di daerah penyanggah kota Jakarta. Selain itu, di titik yang dianggap memiliki tingkat kepadatan pengendara yang tinggi.

“Di antaranya di Pasar Jumat perbatasan dari arah Tangerang, kemudian ada di Jalan Perintis Kemerdekaan itu yang berbatasan dengan Bekasi, kemudian juga di Kalimalang, juga di Kalideres, di Tugu Tani, di jalan Asia Afrika kemudian di bundaran HI dan di Semanggi,” ungkapnya.

Dia mengatakan titik check point itu nantinya akan dijaga selama 24 jam oleh kepolisian. Bukan hanya kepolisian, penjagaan juga dilakukan bersama TNI, Dinas perhubungan, hingga Satpol PP.

“Ini dilaksanakan selama 24 jam. Tentu tidak hanya yang sifatnya ekstrasioner seperti ini, tetapi juga kami dari pihak kepolisian dengan TNI dengan Dinas Perhubungan standar Satpol PP juga melaksanakan penindakan yang sifatnya mobile,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga memiliki tim yang akan bertugas berpatroli memastikan warga telah mentaati protokol kesehatan selama PSBB.

“Nanti ada tim patroli akan muter, apabila menemukan masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Pergub 88 tersebut tentu akan dilaksanakan penindakan, sesuai dengan Pergub tersebut tetap penindakan dilakukan oleh Satpol PP dan dari Dinas Perhubungan,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : tribunnews.com

Related posts