Hubungan dengan China Tegang, AS Jual Properti di Hong Kong

Washington menjual enam rumah besar bertingkat dengan diskon 20 persen

 

Baca Juga

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan China, Amerika Serikat menjual propertinya yang bernilai jutaan dolar di Hong Kong.

Pemerintahan Donald Trump tampaknya terburu-buru karena properti dijual lebih rendah dari harga pasar, lansir The South China Morning Post pada Kamis (10/9).

Aset properti perumahan pemerintah AS, termasuk enam rumah besar bertingkat, dijual dengan penawaran senilai 330 juta dolar AS, 20 persen lebih rendah dari harga pasaran. Pengembang properti Hong Kong, Hang Lung Properties, telah memenangkan lelang tersebut dan berencana untuk mengembangkan properti itu menjadi beberapa rumah mewah terpisah pada 2024.

Hubungan bilateral antara AS dan China sedang mencapai titik terendah karena undang-undang keamanan baru dan pelanggaran hak asasi manusia etnis Uighur di Xinjiang, China. Rencana penjualan properti terungkap setelah Presiden Trump, pada 14 Juli, mengumumkan bahwa AS mencabut status bea cukai khusus Hong Kong.

Washington mengungkapkan kemarahannya setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong pada 1 Juli. Setelah undang-undang baru itu, AS mengatakan Hong Kong tidak bisa lagi dianggap sebagai wilayah yang otonom dari pemerintahan Beijing.

Pemerintah AS telah membeli tanah tempat properti itu berdiri pada Juni 1948, ketika Hong Kong masih menjadi koloni Inggris. Pembangunan properti itu selesai pada 1983, tetapi catatan biaya tanah tidak tersedia. Hong Kong, yang telah berada di bawah kedaulatan China sejak 1997, menyaksikan protes besar-besaran tahun lalu, yang menentang langkah untuk melegalkan ekstradisi ke China daratan.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/hubungan-dengan-china-masih-tegang-as-jual-propertinya-di-hong-kong/1968886
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : republika.co.id

Related posts