Serbia Tunda Latihan Militer karena Tekanan dari Uni Eropa

Partisipasi Serbia dalam operasi penjaga perdamaian juga akan dipertimbangkan kembali

 

Baca Juga

REPUBLIKA.CO.ID, BELGRADE — Serbia pada Rabu (9/9) menangguhkan partisipasinya dalam semua latihan militer dengan mitra asingnya selama enam bulan karena “tekanan besar” dari Uni Eropa.

“Kami tidak akan berpartisipasi dalam latihan atau kegiatan militer dengan NATO, CSTO, Rusia, Amerika Serikat, China, atau Uni Eropa. Baik dengan negara timur maupun dengan barat,” tegas Menteri Pertahanan Aleksandar Vulin dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan bahwa partisipasi Serbia dalam operasi penjaga perdamaian juga akan dipertimbangkan kembali dan, jika perlu, ditangguhkan. Vulin mengatakan Serbia, yang mengajukan keanggotaan UE pada 2009, berada di bawah tekanan hebat dari blok yang beranggotakan 27 negara itu.

“Kami diminta untuk membatalkan latihan militer dengan Belarus dengan mengorbankan masa depan aksesi kami ke Eropa,” ungkap dia.

Latihan militer gabungan Rusia-Serbia-Belarus dijadwalkan untuk digelar pada 10-15 September di Belarus. Perkembangan itu terjadi di tengah gelombang protes besar-besaran terhadap Presiden Belarus Alexander Lukashenko.

Para demonstran menuntut pengunduran diri Lukashenko karena sengketa pemilihan umum bulan lalu. Sejumlah tokoh oposisi telah meninggalkan negara itu, sedangkan NATO dan Uni Eropa telah mendesak presiden untuk mengadakan dialog dan menghormati hak asasi warga.

Ketika diwawancarai Russia Today, Lukashenko mengatakan negara itu dapat mengadakan pemilihan presiden baru di tahun-tahun mendatang.

“Kalau konstitusi kita ubah, kita harus menyusun pemilihan presiden,” ujar dia.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/serbia-tunda-latihan-militer-karena-tekanan-dari-uni-eropa/1968774
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : republika.co.id

Related posts