300 Kapal China Tangkap Ikan di Lepas Pantai Amerika Selatan

Angkatan Laut Ekuador mengonfirmasi armada besar penangkap ikan China, terdiri dari sekitar 300 kapal, bergerak menjauh dari Kepulauan Galapagos. Armada itu kini beroperasi di perairan internasional di lepas pantai Peru.

Komandan Operasi Angkatan Laut Ekuador Laksamana Muda Daniel Ginez mengatakan pekan ini bahwa kapal-kapal China itu kini berada “di perairan lepas pantai Zona Ekonomi Eksklusif Peru.” Ia menambahkan, armada tahun ini lebih besar dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Para pakar memberi tahu VOA bahwa aktivitas penangkapan ikan yang agresif oleh China tidak hanya mengancam kedaulatan negara-negara di pesisir, tetapi juga membahayakan ketahanan pangan global dan ekologi laut.

Ekonomi Peru dan Ekuador sangat bergantung pada hasil laut. Pada tahun 2018, kedua negara menangkap 4,5 juta metrik ton ikan, hampir sebanyak tangkapan di Amerika, tetapi hanya 25% dari apa yang ditangkap China pada tahun yang sama, menurut statistik Bank Dunia. Kedua negara mengatakan armada besar penangkap ikan China mengancam ketahanan sumber pangan mereka.

China menempati peringkat teratas di dunia dalam hal permintaan pangan laut. Jumlah hasil laut yang dikonsumsi di negara itu sepertiga dari jumlah total konsumsi dunia, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6%.[ka/pp]

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : voaindonesia.com

Related posts