Dubes AS untuk China Mundur Oktober

Duta Besar AS untuk China akan mundur awal Oktober mendatang, mengakhiri tiga tahun masa jabatannya yang diwarnai perang dagang dan hubungan yang semakin buruk antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Kedubes AS di Beijing mengumumkan dalam sebuah pernyataannya, Terry Branstad, yang ditunjuk Presiden Donald Trump pada 2017, mengukuhkan keputusannya dalam pembicaraan teleponnya dengan Trump pekan lalu. Pernyataan tersebut tidak mengumumkan alasan pengunduran dirinya

Berita mengenai pengunduran dirinya sebetulnya telah diketahui sebelumnya pada hari itu setelah muncul cuitan Menlu AS Mike Pompeo di Twitter yang mengucapkan terima kasih kepada Branstad atas pengabdiannya. “Dubes Branstad telah berkontribusi dalam menyeimbangkan kembali hubungan AS-China sehingga berorientasi hasil, bertimbal-balik dan adil,” kata Pompeo.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan sebelum pengumuman Kedubes AS itu, pihaknya memang mengetahui adanya cuitan Pompeo, namun tidak mendapatkan pemberitahuan resmi bahwa Branstad akan mundur.

Branstad terlibat dalam kontroversi setelah surat kabar resmi pemerintah China, People’s Daily, menolak mempublikasikan opini yang ditulisnya. Pekan lalu, Pompeo menuliskan di Twitter, Partai Komunis yang berkuasa di China menolak tulisan opini Branstad sementara Dubes China untuk AS bebas mempublikasikan tulisannya di media AS manapun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyatakan opini yang ditulis Branstad penuh dengan ketidakakuratan, tidak konsisten dengan fakta dan secara sengaja menyerang dan memburuk-burukkan China.

Zhao Lijian. (Foto: dok)


Zhao Lijian. (Foto: dok)

Dalam sebuah pernyataan online-nya, People’s Daily mengakui, Kedubes AS berusaha menghubungi surat kabar itu pada 26 Agustus untuk mengetahui apakah tulisan opini Branstad itu telah dicetak tanpa penyuntingan sebelum 4 September.

Branstad, 73, adalah warga asli Iowa dan menjabat sebagai gubernur negara bagian yang terkenal dengan pertaniannya itu selama 22 tahun. Pada awal masa jabatannya sebagai gubernur, ia pernah bertemu Xi Jinping, pemimpin China saat ini, ketika Xi — yang waktu itu berstatus pejabat tinggi Partai Komunis – melakukan kunjungan dagang ke Iowa pada 1985.

Trump menunjuknya sebagai duta besar China setelah kedubes itu sempat vakum selama beberapa bulan. David Rank, wakil duta besar sebelumnya, mundur dari jabatannya setelah mengecam keputusan Trump untuk menarik mundur AS dari kesepakatan iklim Paris. [ab/uh]

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : voaindonesia.com

Related posts