Juru Bicara Covid-19 AS Tuduh Ilmuwan Pemerintah ‘Menghasut’ untuk Rugikan Trump

Seorang juru bicara utama untuk virus corona menuduh para ilmuwan pemerintah Amerika “menghasut,” dan mengatakan penanganan pandemi dimaksudkan untuk melemahkan Presiden Donald Trump.

Michael Caputo, asisten menteri urusan publik di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), juga mengatakan bahwa pasukan sayap kiri sedang mempersiapkan pemberontakan bersenjata jika Trump memenangkan pemilihan kembali pada November.

Caputo berpendapat tanpa bukti pada hari Minggu bahwa “unit perlawanan” dari personel medis pemerintah di jantung Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) kini bekerja untuk mengalahkan Trump, bahkan jika itu berarti jumlah kematian akibat virus corona di Amerika yang kini melebihi 194.000 terus meningkat.

Dia menuduh para ilmuwan meninggalkan sains dan menjadi “hewan politik.”

Caputo telah menuai kritik tajam di Washington karena berusaha mengubah laporan mingguan CDC tentang infeksi dan kematian akibat virus corona di AS untuk mengikuti pernyataan berulang kali Trump bahwa pandemi telah terkendali dan vaksin akan segera tersedia, mungkin sebelum pemilihan pada 3 November. .

Caputo, 58, mengungkapkan kekhawatirannya akan keselamatan pribadinya di tangan musuh-musuh Trump, dan mengatakan kepada pendukungnya, “Jika Anda memiliki senjata, beli amunisi, karena itu akan sulit didapat.”

Juru bicara untuk virus corona itu ditunjuk oleh Gedung Putih pada bulan April untuk mengurus tanggapan pemerintah yang sering tidak terkoordinasi terhadap pandemi. Beberapa bulan yang lalu, Trump mengakui kepada jurnalis Bob Woodward bahwa dia dengan sengaja menyesatkan rakyat Amerika dengan menggambarkan virus itu tidak lebih buruk daripada flu musiman untuk menghindari kepanikan di Amerika selagi virus yang menyebar lewat udara itu masuk ke Amerika dari China.

Keyakinan Caputo bahwa para ilmuwan karir pemerintah sedang berupaya menggagalkan terpilihnya kembali Trump dalam kampanyenya melawan mantan Wakil Presiden Joe Biden itu menggemakan klaim presiden selama bertahun-tahun bahwa ada “deep state” (jaringan rahasia yang tertanam) dalam birokrasi di Washington yang berusaha melemahkannya.”

Caputo mengklaim para ilmuwan CDC “belum menunjukkan diri kecuali untuk menghadiri pertemuan di kedai kopi” untuk merencanakan “bagaimana mereka akan menyerang Donald Trump selanjutnya. Ada ilmuwan yang bekerja untuk pemerintah ini yang tidak ingin Amerika pulih, sampai Joe Biden menjadi presiden.” [lt/jm]

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : voaindonesia.com

Related posts