Lab di Perancis dan Swedia Kukuhkan Navalny Diracun Novichok

Hasil pemeriksan di laboratorium-laboratorium khusus di Perancis dan Swedia mengukuhkan bahwa pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, telah diracun agen saraf era-Soviet Novichok, kata pemerintah Jerman, Senin (14/9).

Kesimpulan dari Perancis dan Swedia ini mendukung apa yang sebelumnya dikukuhkan sebuah laboratorium di Jerman.

Steffen Seibert. (Foto: dok)


Steffen Seibert. (Foto: dok)

Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert, mengatakan, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang berbasis di Den Haag juga menerima sampel-sampel Navalny, dan saat ini sedang melangsungkan serangkaian tes di laboratorium-laboratorium rujukannya.

Apa yang dilakukan oleh OPCW, Perancis dan Swedia, merupakan bagian dari usaha Jerman menjawab tantangan pemerintah Rusia untuk mengajukan bukti kuat. Jerman sebelumnya tanpa ragu menyatakan, Navalny diserang racun Novichok, agen saraf yang juga digunakan dalam serangan terhadap mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris, pada 2018.

Navalny, penantang paling terang-terangan Presiden Rusia Presiden Vladimir Putin, diterbangkan ke Jerman, dua hari setelah jatuh sakit pada 20 Agustus dalam penerbangan domestik di Rusia. Pemeriksaan laboratorium di Jerman membuktikan, Navalany telah diracun namun pemerintah Rusia membantahnya. Jerman bersikeras menuntut agar Rusia menyelidikinya.

Kremlin menuduh Jerman mengada-ada, dan bahkan menuding Barat sengaja berusaha mencemarkan nama Moskow dengan menerima seruan Jerman untuk melakukan penyelidikan dan melakukan tindakan lebih jauh terhadap Rusia. [ab/uh]

Baca Juga Berita Polres Tulungagung dan Kapolres Tulungagung

SUMBER : voaindonesia.com

Related posts